Showing posts with label Sekilas Tempat Wisata. Show all posts
Showing posts with label Sekilas Tempat Wisata. Show all posts


Sudah lama saya nantikan waktu yang pas untuk jalan-jalan sendirian sambil menikmati hawa panas kota Pahlawan. Namun tujuan saya lebih dari itu adalah mengambil foto foto obyek di kota Tua Surabaya yang kebanyakan berupa gedung-gedung tua yang banyak tersebar di seputaran Jembatan Merah, jalan Veteran dan jalan Pahlawan Surabaya.


Saya belokkan motor ke sisi kiri jembatan setelah kantor bank Mandiri jalan Pahlawan dimana disitu terdapat beberapa obyek foto yang lumayan menarik, beberapa diantaranya adalah bangunan gereja saya lupa namanya dan lebih lagi lupa memotretnya hik.hik.hik, kemudian bangunan tua yang mulai lapuk di ujung jalan Coklat, kemudian Klenteng atau Vihara dan yang paling popular adalah jalan Gula.

Kemudian berlanjut ke sekitar jalan Veteran dimana di sisi kanan dan kiri jalan banyak terdapat bangunan bangunan tua yang beberapa diantaranya masih terawat dengan bagus bahkan masih dimanfaatkan sebagai gedung perkantoran.


Tidak semua bangunan dan obyek menarik di seputaran kota Tua Surabaya tersebut berhasil saya abadikan lewat jepretan kamera, namun hanya beberapa saja. Sayang sekali karena saat itu saya juga sedang diburu waktu. Ah mungkin lain kali saya agendakan waktu khusus untuk hunting obyek obyek foto yang lebih menarik.


Nah sobat silahkan manjakan mata anda dengan foto foto Kota Tua Surabaya. Cekidot pren......



  

 





Jembatan Kayu di Wisata Mangrove Surabaya

Perjalanan saya kali ini agaknya seperti empat sehat lima sempurna, sebenarnya ini bukan kali pertama saya ke wisata alam baru di Surabaya ini.  Namun kali ini saya tidak murni hendak berwisata bersama keluarga melainkan menjadi guide sekaligus supir usaha antar jemput saya. Perjalanan dari bandara Juanda Sidoarjo ke daerah Wonorejo ini sebenarnya bisa ditempuh kurang dari satu jam saja,  namun karena ada demo buruh di jalanan dekat bandara perjalanan memakan waktu kurang lebih sejam. 

Tidak jauh dari jembatan MERR di jalan Sukarno Hatta mobil harus berputar balik kembali untuk kemudian belok ke kiri menuju jalan Wonorejo Timur dekat dengan kampus baru STIKOM DAN STIE PERBANAS. Ternyata akses jalan menuju wisata tersebut telah diperbaiki dan menjadi lebih baik namun genangan masih terlihat di awal belokan setelah jembatan. 

Jalan makin menyempit waktu masuk kampung Wonorejo untuk kemudian melebar lagi.  Di sisi kanan dan kiri terdapat perumahan elite yang baru dibangun selain gardu induk PLN disisi kiri jalan.  Nampak pula mobil keruk besar melakukan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan karena lumpur dan sampah. Dan yang tak pernah luput adalah bedeng bedeng  dan rumah semi permanen yang berdiri di sisi kiri jalan. 


Rindangnya tanaman bakau atau mangrove Wonorejo

Akhirnya sampailah di lokasi yang dituju,  juru parkir langsung memberi tiket parkir dan kita harus membayar lima ribu rupiah?? Nampak jajaran mobil dan sepeda motor pengunjung ekowisata tersebut.  Beberapa renovasi dan perbaikan segera terlihat yakni adanya tembok baru di depan mushola dan toilet serta adanya food court disisi sebelah kiri. 

Pengunjung nampak ramai di siang hari bolong tersebut maklum suasana liburan sekolah dan akhir tahun. Sengaja saya masuk agak belakangan setelah tamu saya untuk menjaga privasi mereka.  Sekali berpapasan dengan keluarga dan pasangan pengantin yang hendak melakukan foto pre wedding. 

Jembatan kayu yang dulu jebol telah diperbaiki dan satu hal yang menggembirakan adalah ada jembatan penghubung ke arah Jogging Track.  Sayangnya tamu saya tidak mau berlama-lama di tempat itu karena hari sudah siang.  Namun beberapa jepretan berhasil saya ambil di tempat ini. 



Jembatan Suroboyo

Menyambung cerita saya saat mengantar tamu travel setelah mengunjungi Hutan Mangrove Wonorejo mereka ingin melanjutkan perjalanan ke Jembatan Kenjeran yang menjadi ikon wisata baru kota Surabaya.

Perjalanan saya dari daerah kampus ITS Sukolilo berlangsung lancar,  tidak sampai 10 menit telah sampai di ujung jalan Kenjeran untuk kemudian mobil saya putar balik kembali dan merapat ke kiri jalan untuk kemudian belok ke daerah Pantai Ria atau Kenjeran Baru. 

Untuk sampai ke lokasi jembatan ini ikuti saja jalanan tersebut lurus sekitar satu kilometer maka akan tampak ujung jembatan di dekat SD Muhammadiyah Kenjeran,  anda tidak bisa masuk ke jembatan ini dengan menggunakan mobil di sisi ini anda harus terus melanjutkan perjalanan ke arah Pantai Kenjeran Lama karena pintu masuknya berada di sana.  

Tidak dipungut biaya untuk masuk dengan menggunakan mobil atau motor ke jembatan ini hanya saja jika kondisi pengunjung ramai kemungkinan kendaraan bermotor dilarang masuk dan harus parkir di area kedua ujung jembatan dan pengunjung terpaksa berjalan kaki. 


Pemandangan Pantai Kenjeran

Saat itu pas musim liburan sekolah menjelang tahun baru,  pengunjung banyak memarkir motor dan mobil di tepi kanan kiri jembatan. Namun sayang lantai atas jembatan tidak dibuka oleh petugas karena angin cukup kencang saat itu dan pengunjung sedang membludak.

Tamu saya yang merupakan satu keluarga cukup senang melihat wisata baru ini, nampak mereka berfoto-foto ria bersama dan tak lupa saya bantu mengabadikan kebersamaan mereka bertiga. Dengan latar belakang jembatan Suramadu di kejauhan di sisi kanan dan pantai Kenjeran Lama di sisi kiri saya ambil beberapa jepretan untuk mereka. 

Sayang sekali air mancur warna-warni yang menjadi ciri khas jembatan tersebut tidak menyala dan dioperasikan di siang hari karena hanya dinyalakan di setiap Sabtu malam minggu. Ah saya bisa tersenyum senang melihat wajah-wajah ceria tamu saat itu dan tentu saja semilir angin pantai di Selat Madura tersebut. 



Ikon Kota Surabaya di depan KBS

Surabaya di era kepemimpinan ibu Walikota Tri Rismaharini berhasil membangun kota Surabaya yang panas menjadi lebih sejuk berkat tangan dinginnya yang menyulap beberapa area terbuka hijau menjadi taman taman cantik dengan tema tema tertentu yang menyegarkan mata dan
  menyejukkan hati warga kotanya. Bahkan di penghujung tahun 2018 ini Surabaya mewakili Indonesia berhasil meraih penghargaan Kota Terbaik versi voting online yang diselenggarakan di salah satu kota besar di Tiongkok.

Ada banyak taman yang telah dibangun di Surabaya, beberapa taman kota cantik yang terkenal di Surabaya dan wajib anda kunjungi di adalah:

1. Taman Bungkul
Taman ini terletak di jalan raya Darmo dekat dengan kebun binatang Suroboyo. Berbagai fasilitas permainan anak dan jogging track terdapat di taman ini. Disediakan juga free WIFI didalamnya namun sejauh yang saya tahu jarang sekali kita bisa mengakses fasilitas internet GRATIS tersebut.


2. Taman Prestasi
Taman ini terletak di daerah Ketabang Kali tepat di belakang aliran sungai Kalimas dan berseberangan dengan gedung Grahadi dan SMA Negeri 6 Surabaya. Daya tarik khas dari taman ini adalah adanya monument atau bangkai Pesawat Tempur Bombardir. Sayang sekali sekarang kita tidak bisa naik ke atas bangkai pesawat karena tangga untuk naik telah dilepas oleh pihak pengelola.



Sumber: mapio.net
3. Taman Mundu
Taman ini terletak tepat di seberang jalan depan Gelora 10 Nopember Surabaya, ciri khas taman ini adalah adanya air mancur dan kolam yang airnya keluar sewaktu waktu. Sayangnya pertunjukan air mancur tersebut hanya di waktu waktu tertentu saja.


4. Kebun Bibit Bratang atau Taman Flora 1
Taman ini terletak di dekat terminal Bratang dan persis di sebelah ruko RMI. Berbagai fasilitas bermain anak terdapat disini mulai dari outbond, kolam pasir, jogging track, dll. Ciri khas taman ini adalah adanya taman satwa berupa rusa tutul, kandang burung, dan kolam ikan besar didalamnya. Berbagai acara biasanya digelar setiap akhir pekannya oleh pihak penyelenggara maupun pihak dari luar.


5. Kebun Bibit 2 Wonorejo
Taman ini terletak agak jauh dari pusat kota, yakni di daerah Wonorejo dekat dengan hutan Mangrove Wonorejo. Taman ini memiliki ciri khas danau buatan yang besar dengan beberapa dek yang menjorok ke tengah, dengan pemandangan atau view yang menarik sering dijadikan obyek foto pre wedding atau pemotretan lainnya.




6. Hutan Mangrove Wonorejo
Terletak di sekitar Wonorejo Timur, wisata alam ini menjadi destinasi favorit baru berlibur bagi warga kota Surabaya, jenuh dengan pemandangan taman taman biasa anda bisa datang ke sini. Jika dari bandara Juanda Sidoarjo letaknya tidak terlalu jauh bisa ditempuh dengan waktu setengah jam perjalanan saja jika lalu lintas lancar. Di tempat ini kita bisa melihat hutan mangrove yang rimbun dan masih terjaga ekosistemnya, dek kayu panjang yang berliku dan dilengkapi dengan rumah rumah kayu. Obyek wisata yang terbilang baru ini wajib anda kunjungi jika ke Surabaya.

7. Taman Skate dan BMX
Sumber: donyituaku.blogspot.com
Terletak di sebelah kanan patung Monkasel anda bisa mengunjungi taman ini dengan mudah jika sedang menunggu kereta api di stasiun Gubeng. Taman ini baru saja dibangun dan peruntukkannya sesuai dengan namanya yakni untuk arena bermain skate board dan sepeda BMX. Dilengkapi dengan air mancur dan patung Suroboyo, taman ini kelihatan lebih menarik jika dilihat pada malam hari.
Sumber: hello-pet.com

8. Taman Pelangi
Taman ini terletak di jalan raya utama masuk ke kota Surabaya yakni jalan Ahmad Yani. Persis di seberang bundaran Dolog, Dengan mengusung tematik pilar pilar yang bisa menyala dengan warna pelangi jika malam hari. Taman yang tidak terlalu luas ini cocok dikunjungi hanya saat akhir pekan saja karena lokasinya yang padat lalu lintas di hari hari kerja.

Saya sendiri tidak akan tahu kalau saja anak sulung rewel karena butuh hiburan dan refreshing saat itu.  Bosan membuang akhir pekan di mall saya coba mencari di internet beberapa alternatif tempat wisata yang unik dan menarik. Pilihan saya akhirnya jatuh pada satu tempat di daerah Trowulan Mojokerto tepatnya wisata patung Budha Tidur atau Sleeping Budha.

Patung Budha besar tersebut kabarnya merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Terletak di Maha Vihara Trowulan desa Bejijong Mojokerto tidak sulit mencari tempat ini.  Jika anda dari arah Surabaya mengarah ke Jombang letaknya setelah perempatan dekat Polsek Trowulan anda putar balik lagi ke arah Surabaya,  sekitar 100 meter setelah putar balik terdapat papan petunjuk bertuliskan Maha Vihara Trowulan. Anda ikuti saja jalan masuk ke desa yang bernama Bejijong tersebut kurang lebih 800 meter maka akan sampai ke lokasi. 

Sayangnya tidak ada angkutan umum yang bisa mengantar anda jika anda ke tempat ini naik bus dari Surabaya. Namun dengan berjalan kaki saya pikir tidaklah terlalu jauh dan melelahkan mungkin sekitar 10 menit dari pinggir jalan raya Mojoagung Mojokerto.

Sampai di lokasi persis di depan vihara terdapat area parkir mobil dan motor yang cukup luas. Dan tentu saja pedagang asongan yang menjual souvenir oleh oleh berupa kaos, patung dan pernak pernik bergambar khas Budha tidur. 

Masuk ke Vihara cuman dipungut tiket masuk 2 ribu rupiah per orang. Patung Budha tidur itu sendiri terletak di sisi pojok sebelah kiri dari pintu masuk. Anda akan menjumpai sesosok patung Budha yang sedang tidur dengan warna kuning keemasan yang mencolok mata.  Jika saya bandingkan dengan foto foto patung Budha ditempat lain dengan yang saya jumpai di sini kelihatannya lebih "hidup". 


Kita tidak bisa melihat terlalu dekat patung karena terdapat pagar serta pintu yang digembok oleh pengelola.Patung ini sendiri terletak di atas sebuah kolam besar, ukuran patung ini kira kira memiliki panjang 22 meter,  lebar 6 meter dan tinggi 4.5 meter.Tepat disebelahnya terdapat kolam kecil berisi bunga lotus atau teratai. 

Anda beruntung jika kesana dalam kondisi sepi karena bisa leluasa mengambil foto tanpa gangguan lalu lalang pengunjung lain. Menurut saya saat terbaik adalah datang di pagi hari karena patung yang menghadap ke barat jika anda datang saat siang dan sore hari maka akan terkena silau cahaya matahari. 

Ada beberapa obyek foto bagus lainnya adalah miniatur candi  Borobudur serta patung patung kecil lainnya. Karena areanya yang tidak begitu luas anda dapat mengelilingi Vihara ini tidak lebih dari 5 menit.

Satu hal yang perlu diingat adalah karena tempat ini adalah Vihara maka sopan santun perlu kita jaga begitu juga dengan masalah kebersihan. Biasakan membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak atau mengambil sesuatu di tempat ini. 

Tidak jauh dari wisata ini terdapat peninggalan bersejarah dari kerajaan terbesar di Nusantara yakni kerajaan Majapahit. Ada dua candi yang letaknya sekitar 2 km dari Maha Vihara Patung Budha Tidur yakni candi Brahu dan candi Gentong. Anda tinggal bertanya saja pada penjaga parkir setempat dimana lokasinya, setahu saya hanya mengikut jalan lurus yang berlawanan dengan jalan menuju Vihara. Anda bisa berwisata sekaligus mengajarkan edukasi kepada anak anak tentang sejarah besar bangsa Indonesia.

Jembatan Kenjeran yang sempat menjadi polemik antara DPRD kota Surabaya dengan sang Walikota karena masalah pendanaannya ini akhirnya diresmikan dan dibuka untuk umum sesaat sebelum Lebaran Idul Fitri tahun 2016.

Jembatan ini memiliki panjang sekitar 800 meter, lebar 18 meter dan tinggi 12 meter membentang dari sisi sebelah kanan sebelum Taman Hiburan Pantai Kenjeran Lama hingga jalan sebelah SD Muhammadiyah Kenjeran.


Dari atas jembatan yang berada di tengah kita bisa melihat dengan jelas selat Madura, jembatan Suramadu dan area sekitar pantai Kenjeran. Jembatan dibangun dengan dua tingkat dimana pengunjung bisa naik ke lantai 2 untuk melihat pemandangan laut lepas dan menikmati hembusan sepoi sepoi angin laut. Lantai dua jembatan terbuat dari besi ram raman atau besi tidak solid seperti jaring jaring dengan dengan ukuran lubang yang kecil sehingga aman bagi pengunjung karena menghindari kaki terjepit.


Beruntung saya bisa menikmati bangunan atau tempat wisata baru di Surabaya ini, namun sayang saat siang hari. Akan lebih menarik jika malam hari karena hiasan lampu lampu di sekitar jembatan serta pertunjukan air mancur warna warni saat hari Sabtu malam minggu setiap akhir pekannya.

Di saat pengunjung sepi, mobil dan motor diperbolehkan untuk melintas di jembatan dan parkir di area tengah. Namun saat saat tertentu dimana pengunjung penuh, maka motor dan mobil harus diletakkan dan di parkir di area parkir yang ada di dua sisi sebelum jembatan.


Untuk masuk ke area jembatan tidaklah dipungut biaya alias GRATIS, jembatan ini dibangun terintegrasi dengan kawasan wisata lainnya seperti Pantai Ria Kenjeran Baru dan Kenjeran Lama serta Sentra Ikan di daerah Bulak. 

Saya sempat menjelajah sentra ikan di daerah Bulak, memang telah dibangun sebuah pasar ikan modern yang menjual hasil laut dari nelayan setempat, namun jika dilihat sekilas nampaknya pasar itu kurang diminati, entah karena promosi yang kurang atau apa saya kurang tahu.
Untuk sekian kalinya saya mengajak keluarga ke salah satu taman cantik yang ada di kota Pahlawan. Taman Prestasi Ketabang Kaliterletak di belakang Gedung Grahadi dan SMA Negeri 6 Surabaya ini memiliki ciri khas adanya museum atau bangkai Pesawat Terbang yang digunakan untuk perang melawan Belanda saat masa penjajahan.

Taman ini tidak terlalu lebar namun panjang karena pojok sebelah kanan taman adalah jalan Genteng dekat dengan hotel WETA dan sebelah kirinya adalah jalan Ondomohen atau Walikota Mustajab. Di sisi sebelah kiri taman terdapat food court atau pujasera yang menyediakan makanan khas Surabaya dan Jawa Timur. Juga terdapat parkir mobil disitu, sedangkan parkir sepeda motor ada di sisi sebelah kanan taman.

Selain ciri khas adanya bangkai pesawat tempur (updated sekarang pengunjung tidak bisa naik ke atas pesawat karena tangga naik dilepas oleh pengelola) entah apa alasannya mungkin alasan keamanan pengunjung saya pikir. Taman ini juga menyediakan semacam anjungan atau dek panggung bagi mereka yang sedang menyelenggarakan acara. Ada juga lapangan kecil bundar di tengah taman dimana area ini biasanya digunakan oleh anak anak TK dan SD yang sedang studi keluar.

Wahana lainnya adalah rumah rumahan dimana anak anak bisa naik tangga dan berlarian diatas dan turun dengan perosotan ke bawah. Sayang sekali rumah rumahan yang ada di bagian pojok kanan sudah tidak ada, entah mengapa wahana tersebut dibongkar oleh pengelola taman.

Ada juga wahana naik perahu, yakni pengunjung bisa naik perahu menyusuri sungai yang berada di pinggir taman dengan membayar 10 ribu rupiah per orangnya. Kita bisa menikmati pemandangan di sungai yang bersih namun tetap saja coklat airnya. Perjalanan satu kali trip dengan perahu motor tersebut kurang lebih hanya 15 menit saja. Di akhir pekan pengunjung harus mengantri untuk menikmati wisata air tersebut.

Yang menjadi perhatian saya adalah kembali munculnya pedagang pedagang asongan yang memasuki wilayah dalam taman. Tentu saja ini merusak pemandangan, yang mengenaskan kotoran dan sampah dari bungkus makanan tersebut berserakan dimana mana. Kesadaran dari kita sendiri akan arti kebersihan rupanya harus sering dan ditanamkan sejak dini ke anak anak kita.