Salah satu perusahaan organda terbesar dari Jawa Timur ini menjadi andalan bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari Surabaya dan sekitarnya menuju daerah Jawa Tengah seperti Solo, Yogyakarta, Magelang, Kebumen dan Cilacap.

PO EKA-MIRA memiliki dua segmen yang disasar yakni kelas eksekutif dan ekonomi AC dengan tarif biasa. Memiliki kantor pusat di Jl. Bhayangkara no 63 Mojokerto, telp (0321) 321567 dan Pool atau garasi bus di Jl Raya Gilang No 10, Taman Sidoarjo, telp (031) 7882345, 88198899, dan (081 333 335 369)

Bus EKA melayani penumpang kelas eksekutif dengan rute:
Surabaya-Solo-Salatiga-Semarang PP
Surabaya-Solo-Jogja-Magelang PP
Surabaya-Solo-Jogja-Purwokerto-Cilacap PP (menggunakan bus baru dengan toilet)

Bus MIRA melayani kelas Ekonomi dengan rute:
Surabaya-Madiun-Solo-Jogja PP

Berikut adalah "TARIF BUS EKA CEPAT SURABAYA-SEMARANG" yang bersumber dari website PO EKA MIRA yang berlaku sejak 30 Juli 2015.

TARIF BUS EKA CEPAT SURABAYA - SEMARANG
SURABAYA – MOJOKERTO
37.000
SURABAYA – JOMBANG
37.000
SURABAYA – NGANJUK
37.000
SURABAYA – CARUBAN
43.000
SURABAYA – NGAWI
58.000
SURABAYA – GENDINGAN
70.000
SURABAYA – SOLO
75.000
SURABAYA – KARTOSURO
83.000
SURABAYA – SALATIGA
88.000
SURABAYA – SEMARANG
100.000

* Tarif diatas tidak mengikat bisa berubah sewaktu waktu dan belum termasuk servis makan di RM DUTA Ngawi

Simak juga jadwal BUS EKA Surabaya - Semarang.
Bus Eka berhenti RM DUTA Ngawi

Sebenarnya saya agak malas jika harus naik bus dari Semarang ke Surabaya karena waktu tempuhnya yang lumayan panjang yakni sekitar 9 jam, baik itu lewat jalur Pantura maupun lewat jalur Tengah. Namun karena lokasi pekerjaan yang dekat dengan terminal Terboyo daripada harus ke stasiun Poncol maupun Tawang, serta jam keberangkatan kereta yang agak malam menurut saya akhirnya saya memilih bernostalgia kembali menempuh perjalanan dengan menggunakan bus Patas.

Untung saja ada sesama rekan yang juga hendak kembali ke Sragen dengan menggunakan bis juga, akhirnya kita berdua menuju terminal bus Terboyo. Terminal bus ini kelihatan lusuh walaupun beberapa perbaikan telah dilakukan khususnya di jalur keluar terminal yang telah ditinggikan untuk mengantisipasi banjir ROB yang senantiasa melanda kawasan tersebut. Maklum saja karena terminal Terboyo sangat dekat dengan pantai utara Semarang.

Menurut teman yang setiap akhir pekannya pulang ke Sragen mengunjungi keluarganya, dia lebih memilih naik bus EKA atau Sugeng Rahayu Patas daripada bus bus Semarangan lainnya. Walaupun dia harus merogoh kocek lebih dalam karena dari Semarang ke Sragen dia dikenakan tarif Semarang ke Ngawi dengan nominal 2x lipatnya.

Jadwal bus EKA dari Semarang ke Surabaya sore hari adalah jam 18.10 malam dan berturut turut sesudahnya dengan selang waktu satu jam jaraknya. Karena masih terlalu sore kami sempatkan mengisi perut terlebih dahulu dengan makan “nasi kucing” di depan pintu masuk terminal. Agaknya warung nasi kucing langganan teman saya ini bisa dijadikan referensi bagi anda yang kelaparan saat menunggu di terminal Terboyo Semarang. Sayangnya waktu buka hanya di sore dan malam hari saja.

Waktu menunjukkan jam setengah 6 sore, saya berlari ke musholla untuk menjalankan sholat Maghrib sambil berpesan kepada teman saya untuk menelpon saya jikalau bus hendak berangkat. Benar saja di akhir rokaat ketiga HP saya bergetar terus menerus. Saya selesaikan sholat dan saya baca isi pesan di HP saya, “Mas cepetan bus dah mau berangkat”.
Saya berlari sekonyong koder ke arah bus EKA yang ngetem di sebelah pojok kanan, benar saja beberapa orang penumpang telah terlihat didalam bus, teman saya hanya tertawa kecil melihat saya berlarian ke arah bus. Pas pukul 6.10 sore bus melaju meninggalkan terminal, dan di arah depan pintu jalan Kaligawe beberapa orang penumpang baru naik. Tiket bus EKA dari Semarang ke Surabaya saya tebus seharga 112 ribu rupiah termasuk tiket makan di Rumah Makan Duta Ngawi.
Tiket dan kupon makan bus EKA PATAS

Lepas dari TOL Tembayang, bus sudah penuh sesak bahkan dengan beberapa penumpang berdiri. Ah rupanya bus sekelas EKA Patas pun kalau dari arah Semarang ke Solo ternyata diiperbolehkan memuat penumpang walaupun berdiri. Gojekan pas sopir terasa sedikit kasar menyusuri jalan jalan di Ungaran hingga Boyolali, mendekati Kartosuro saya terbangun, sebentar lagi teman saya akan turun di terminal Tirtonadi Solo. Dia akan oper bus ke arah Sragen.

Penumpang bus seakan tidak susut maklum hari Jumat banyak orang yang hendak pulang ke kampong halaman masing masing di saat akhir pekan seperti ini. Seperti biasa tas saya taruh samping dan saya pasang muka agak galak agar bangku sebelah tidak diduduki orang, ah akhirnya gagal juga seorang cewek naik selepas Tirtonadi namun beruntung hanya sampai Pilang Sragen saja. Sesaat setelah cewek itu turun saya pun pulas dan terbangunsaat bus memasuki Mantingan dekat dengan Pondok Pesantren Gontor Putri 1.

Bersambung ............
Bus EKA Patas rehat di ex terminal Terboyo
Sudah hampir setahun saya tidak merasakan perjalanan dengan menggunakan jet darat alias bus, namun minggu kemarin saya berkesempatan lagi merasakan sensasi naik bus dengan tujuan menengah yakni dari Terminal Terboyo Semarang ke Surabaya. Dengan jarak tempuh kurang lebih 225 km jikalau kita naik kereta api, namun jika kita naik bus jaraknya bisa mencapai 270 km apalagi jika menempuh rute tengah yakni dari Semarang melewati Salatiga, Boyolali, Solo lanjut ke Ngawi dll.

Bus Eka Patas sendiri saya tidak tahu pastinya sejak kapan membuka jalur ke arah Semarang mungkin sekitar 5 tahun yang lalu, jalur yang cukup sibuk biasanya dari Solo ke Semarang dan sebaliknya terutama di saat akhir pekan. Kini perusahaan organda asal Jawa Timur ini yang memiliki garasi di Kletek Sidoarjo, juga membuka trayek baru dengan jurusan ke Cilacap, Purwokerto dan Bobotsari. Dan armada bus yang digunakan telah dilengkapi dengan Toilet dalam bus.

Sebagai informasi tambahan tarif bus EKA dari Surabaya ke Semarang per Oktober 2016 dan sebaliknya adalah 112 ribu rupiah dan itu sudah termasuk tiket makan di RM Duta 1 dan 2 Ngawi. Cukup bersaing dengan harga tiket kereta api ekonomi yakni di kisaran 90 dan 100 ribu rupiah dengan rute yang sama.

Berikut adalah jadwal bus EKA 2016 dari Surabaya ke Semarang  dan sebaliknya yang saya dapat sumbernya dari karcis bus itu sendiri:

Jadwal Bus Patas EKA Surabaya - Semarang

DARI SURABAYA KE SEMARANG
01.17    13.45
04.00    15.15
06.05    17.20
08.15    19.45
09.45    20.30
10.45    21.45
11.35    23.15

DARI SEMARANG KE SURABAYA
01.20    12.00
02.30    14.00
04.30    18.15
06.50    20.00
07.15    20.35
07.45    21.00
10.30    23.00


[UPDATED] Jadwal bus EKA Semarangan diatas mungkin tidak semuanya jalan, kadang ada satu atau dua jadwal yang sudah dihilangkan dan belum pasti jadwalnya. Sedangkan tujuan akhirnya juga beberapa kali berubah karena ditutupnya operasional terminal Terboyo Semarang.
Sempat beberapa saat bus ini mengalihkan tujuan akhirnya ke terminal Mangkang, namun berubah kembali ke Kaligawe atau sekitar Terboyo dikarenakan di terminal tsb sepi penumpang dan juga jarak tempuhnya lebih lama daripada di Terboyo.




Semarang menjadi jantung perlintasan bagi jalur kereta lintas Utara, saya sendiri kurang tahu berapa kali dalam sehari dua stasiun besar di Semarang di lewati kereta baik dari arah Timur yakni Surabaya dan Barat dari Jakarta. Namun yang pasti stasiun ini beroperasi 24 jam dan tidak pernah tidur.

Dulunya saya hanya sekedar melintas dan berhenti sejenak saja di Semarang khususnya di stasiun Poncol. Namun beberapa bulan terakhir saya berkesempatan naik langsung kereta dari stasiun Tawang yang kini dirubah menjadi tempat keberangkatan kereta api kelas ekonomi sedang stasiun Poncol menjadi  tempat keberangkatan kereta api kelas bisnis dan eksekutif.

Sebenarnya jarak kedua stasiun ini tidaklah jauh mungkin sekitar 2-3 kilometer. Karena sering terkena efek banjir Rob maka stasiun Tawang diubah peruntukkan fungsinya. Letak stasiun ini dekat dengan wisata KOTA TUA ATAU KOTA LAMA Semarang,  jadi jika anda masih memiliki banyak waktu saat menunggu jadwal kedatangan kereta anda bisa berjalan jalan dulu ke wisata tersebut, mungkin tidak lebih dari satu kilometer saja jaraknya.


Namun yang menarik perhatian saya adalah adanya semacam kolam besar persis di depan stasiun, kolam atau POULDER dalam bahasa Belanda sengaja dibangun untuk menampung air hujan atau air banjir ROB agar tidak meluber ke daerah daerah di sekitarnya. Saat siang dan malam hari banyak hal berbeda yang kita dapati aktifitasnya di tempat tersebut.

Menilik ke dalam stasiun Tawang, bangunan kuno dan bersejarah ini sangat terawat sekali, ada satu bangunan yang terletak ditengah menarik perhatian karena bentuk atapny yang mirip kubah dan bersinar hijau saat malam hari, cantik sekali.

Di dalam ruang tunggu keberangkatan atap atau plafon sangat tinggi ciri khas bangunan colonial, lampu lampu hias tergantung indah. Ditambah lagi ada satu group musik keroncong yang sedang mengamen dengan membawakan tembang tembang lawas. Pas dan cocok sekali tembang tembang yang dibawakan dengan situasi dan bangunan di sekitarnya.

Tidak susah sebenarnya membangun wisata dan image sebuah kota, cukup dengan merawat dan memaksimalkan apa yang sudah ada sebelumnya. Stasiun stasiun yang ada dan kebanyakan peninggalan Belanda dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah setempat dan jawatan kereta api setempat untuk menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan asing dan lokal atau bagi penumpang kereta yang sekedar melintas seperti saya.


Orang mungkin lebih mengenalnya dulu THR Mall, karena letaknya dekat dengan THR (Taman Hiburan Rakyat) Surabaya. Mall yang sebenarnya milik pemerintah “kalau tidak salah” namun pengelolaannya diserahkan kepada swasta. Dan denger denger masa sewa kelolanya sebentar lagi akan habis.

Letaknya strategis yakni di jalan Kusuma Bangsa, dekat dengan pusat kota dan berbatasan dengan wilayah Surabaya Utara. Mall ini dari depan kelihatan lusuh dan tidak terawat, spanduk spanduk computer dan aksesorisnya menjadi pertanda bahwa didalam mall ini menjual segala macam produk yang berhubungan dengan IT dan sejenisnya.

Mall dengan jam buka lumayan siang ini yakni sekitar jam 10 dan 11 siang ini dari hari Senin hingga Minggu tidak pernah sepi dari pelanggan setianya, walaupun mall sejenis telah ada di Surabaya yakni Plaza Marina di daerah Margorejo. Ada satu swalayan besar yang masih beroperasi disana tepatnya di lantai dasar.

Dibagai menjadi beberapa lantai dengan kategori barang barang yang juga berbeda setiap lantainya mempermudah pengunjung untuk mencari barang incarannya. Mulai dari PC rakitan, built up, laptop, notebook, printer, scanner, dan berbagai barang barang IT lainnya bisa kita temukan disini, asal sabar dan mau bertanya dari satu gerai ke gerai lainnya.

Saya sendiri kebetulan hendak mengganti harddisk laptop yang jebol dan tidak lagi berfungsi dengan baik, ketika saya bawa ke service dan dealer resminya eee malahan mereka menganjurkan saya untuk mencari di mall ini dengan alasan biaya dan harganya akan lebih murah. Akhirnya setelah berputar putar sebentar saya dapatkan hardisk yang medium class, saya tebus dengan uang kurang dari 700 ribu rupiah beserta instalasinya.

Beruntung di Surabaya memiliki mall yang lengkap dengan peralatan computer, dan diklaim menjadi yang terbesar di wilayah Indonesia bagian timur. Secara keseluruhan HiTech Mall ini lumayan bagus namun hendaknya pihak pengelola merawat kembali “avant garde” atau halaman depan mall agar kelihatan “segar” dan tidak suram seperti kelihatan sekarang.


Bingung mau apa di akhir pekan, bosen ke Mall? Coba saja memancing bersama keluarga dan menikmati hasil ikan tangkapan di Delta Fishing Sidoarjo. Wahana wisata yang satu ini tidak hanya menawarkan tempat untuk memancing, melainkan juga wahana yang lainnya seperti kolam renang, outbond, sepeda air, flying fox, dan aneka permainan anak untuk balita seperti komedi putar dan odong odong.

Terletak di Jl. Lingkar Timur, Desa Prasung, Kec. Buduran, Kec. Sidoarjo, Jawa Timur, 61252 dengan no telepon yang bisa anda hubungi untuk reservasi adalah 031-8066436. Lokasi tepatnya adalah jika anda dari arah Surabaya ke Buduran Sidoarjo, anda belok ke kiri sebelum Japfa Comfeed, lurus saja terus kira kira 1.5 km kemudian ada lampu lalu lintas anda belok saja ke kiri ikuti jalan lurus kira kira 1 km maka akan nampak gapura besar bertuliskan DELTA FISHING SIDOARJO.

Berada di dekat laut sebenarnya jika saya lihat dari Google Maps, tempat ini memiliki halaman parkir yang luas, sayang sekali panas karena tidak berkanopi baik untuk motor maupun mobil. Parkir mobil dikenakan 5 ribu rupiah dan motor  3 ribu rupiah. Di tepi kanan kiri jalan masuk ada beberapa toko yang menawarkan aneka makanan ringan tradisional yang harganya relative murah menurut saya.



Beranjak ke loket penjualan tiket terdapat 3 opsi yakni, pembelian tiket masuk saja yakni 5 ribu rupiah per orang dan untuk anak usia 3 tahun ke bawah tidak dikenakan biaya. Pembelian tiket terusan seharga 30 rupiah dengan 10 wahana permaianan diantaranya, flying fox, seberang pulau, sepeda air, kolam renang, kuda terbang, kereta api, dll. Sedangkan tiket terusan seharga 25 ribu rupiah minus flying fox. Dari semua wahana yang ada hanya flying fox, seberang pulau dan sepeda air yang cukup lumayan. Lainnya hanya cocok untuk anak usia dibawah 5 tahun, dengan kata lain jangan membeli tiket terusan, mendingan membeli tiket langsung di wahana bersangkutan yang nilainya 5 ribu rupiah.

Untuk kolam renang saya pikir besar dan luas, ternyata kecil dan terbatas luasnya. Untuk flying fox terdapat dua opsi ketinggian tergantung keberanian masing masing. Sedangkan sepeda air jika anda datang agak siang mungkin bukan opsi yang baik karena panasnya suhu di lokasi.


Untuk kolam pemancingan dan lesehan dibagi atas beberapa kolam tergantung ikan apa yang ditebar di masing masing kolam tersebut. Terdapat bangku bangku pemancingan dan lesehan yang dilengkapi dengan kanopi untuk pelindung panas bagi para pengunjung. Namun tetap saja menurut saya suhu di lokasi panas karena kurangnya penghijauan dan memang tempatnya sendiri berada di dekat laut. Saya sempat melihat beberapa bangku lesehan dibalik dan bertuliskan tempat sudah dipesan, ini berarti jika anda datang berombongan dalam jumlah banyak anda bisa memesan tempat yang menurut anda nyaman, begitu juga dengan pemesanan makanan. Antrian yang agak panjang membuyarkan keinginan saya untuk mencicipi menu ikan bakar di tempat itu karena si kecil rewel.

Akhirnya cuman 2 jam saya dan keluarga di tempat itu karena si kecil rewel akibat panasnya suhu di lokasi. Namun si sulung cukup puas dengan wahana flying fox, cukup membuat adrenalinnya tinggi. Sayang sekali saya temui beberapa petugas yang kurang ramah dalam pelayanam, semoga bisa menjadi masukan bagi pengelola.



Moda transportasi yang satu ini memang banyak menuai  kontroversi  di saat awal kedatangan hingga saat ini setelah memiliki banyak anggota dan keberadaannya yang merambah di kota kota besar lain selain Jakarta. Namun rupanya masalah klasik yang seringkali muncul adalah bersinggungan dengan para pengojek lain yang telah ada sebelumnya di suatu kawasan strategis tertentu.

Saya ambil contoh yakni di Bandara Ahmad Yani Semarang, sebulan yang lalu saya masih bisa booking ojek online “GOJEK” dari tempat ini dan lokasinya jelas di GPS map aplikasi tersebut. Namun tentu saja saya masih keluar dulu dari lokasi utama bandara ke halte BRT setelah rel kereta api dekat dengan gapura keluar bandara sekitar 200 meter jaraknya.  Namun seminggu yang lalu saat saya kembali lagi ke Semarang ketika hendak memesan ojek online tersebut, GPS tidak bisa memuat jelas dimana lokasi saya, pilihan yang ada hanyalah RS Columbia Asia yang pada awalnya saya tidak tahu jelas dimana lokasinya yang pasti ada di dekat bandara.

Saat pertama memesan driver gojek pertama sempat menelepon saya dan mengatakan “Bapak keluar dulu aja nanti saya tunggu di dekat bundaran RS Columbia Asia”, saya menanyakan kepadanya dimana lokasi tepatnya rumah sakit tersebut namun keburu ditutup dan tak lama dia cancel sendiri bookingan. Tak putus asa saya coba memesan lagi, lama aplikasi berputar putar mencari driver yang lokasinya dekat dengan bandara. Posisi saya sudah di halte BRT waktu itu, syukur akhirnya ada driver yang mau pick up orderan saya kemudian dia menelepon saya dan mengatakan hal yang sama saya disuruh mendekat ke rumah sakit tersebut, dan dari dia saya tahu bahwa letaknya ada di bagian ujung jalan masuk ke bandara kira kira 200 meter lagi dari halte BRT di seberang jalan.

Tak lama driver tersebut datang, dan di sepanjang perjalanan saya banyak mendapat informasi bahwa memang pengemudi ojek online tidak bisa lagi mengangkut penumpang dari bandara yang menunggu di halte BRT melainkan harus di dekat RS Columbia Asia. Hal ini dikarenakan adanya pelarangan oleh pengojek bandara yang merasa “nafkah” mereka terkurangi dengan beroperasi ojek online ini. Di samping itu dari pihak ojek online sendiri memang telah mensosialiasikan kepada anggotanya agar tidak mengambil penumpang di area bandara dan di sekitarnya. Hal ini diterapkan juga di aplikasinya dimana lokasi pick up Bandara Ahmad Yani tidak akan muncul di GPS map jika menjadi lokasi pick up.


Syukurlah berkat dari profesi saya bisa membawa berkeliling ke daerah daerah dengan biaya dari kantor alias GRATIS. Beberapa bulan yang lalu sebelum akhirnya resign dari perusahaan, saya berkesempatan ke Bali khususnya daerah Ubud Gianyar untuk urusan pekerjaan tentunya.

Namun kesempatan untuk menikmati kuliner Bali yang khas tentunya tidak saya sia-siakan. Namun ada satu warung lebih layak saya menyebutnya yang mendapat bintang lima karena sajian kulinernya yang istimewa rasanya.

Ya, warung itu menyajikan menu andalannya berupa ikan bakar selain itu ada juga ayam dan bebek bakar atau goreng. Warung itu bernama Ikan Bakar Pak Nyoman yang terletak di Jalan Raya Tebongkang no 39, Singakerta, Ubud, Kabupaten Gianyar Bali. Jika dari patung Bayi besar di Gianyar ditempuh kira kira 30 menit perjalanan.


Berbagai menu bakaran telah saya coba, baik itu ikan, ayam dan bebeknya semuanya istimewa dan maknyuss rasanya. Namun rasa ikan bakarnya yang lebih mantap kalau boleh saya memilih, saya kurang tahu dan tidak sempat bertanya jenis ikan apa yang dipakai. Kalau menilik rasanya sepertinya ikan laut dan bukan ikan air tawar. Daging ikannya lembut dan tidak banyak durinya. Beberapa kali mampir makan ke warung tersebut rasa daging ikannya selalu fresh dan bukan diawetkan dari freezer.

Bebek dan ayam bakarnya juga tidak kalah istimewa rasanya, berporsi besar untuk irisan bebek maupun ayamnya, dagingnya berasa lembut dan kenyal serta yang pasti fresh. Diatas semua itu yang paling istimewa adalah rasa sambal mentahnya itu lhoo. Irisan bawang merah, cabe kecil disiram dengan entah minyak goreng atau zaitun saya kurang tahu pasti. Namun sambal itulah yang menambah semangat menghabiskan hidangan yang ada di meja makan.

Warung itu seperti kebanyakan warung warung pinggir jalan, beratap sangat pendek dengan luas tidak lebih dari 4x4 meter saja dengan pembakaran ada di luar atau pinggir jalan. Suasana panas didalam hanya didinginkan oleh dua buah kipas angin. Namun jangan khawatir masalah ketidaknyamanan tersebut akan tertutupi dengan rasa hidangannya.

Beberapa kali datang kesitu saya selalu mendapati wisatawan asing sedang makan disitu, lebih ramai lagi saat jam makan siang. Namun jangan khawatir, penyajian makanan pesanan kita tidaklah terlalu lama mungkin sekitar 5 menit saja.

Thanks untuk Pak Nyoman, sajian ikan bakarnya berkelas bintang lima.


Walaupun masih ada yang lebih senior daripada saya kuliah sebagai PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) namun tidak ada salahnya saya berbagai pengalaman selama menuntut ilmu di gerbong kereta setiap akhir pekannya.

Lima tahun lebih beberapa bulan akhirnya saya “LULUS” dengan stasus bukan CUMLAUDE  tentunya karena waktu kuliah yang diperlukan lebih dari 4 tahun hahhaaha. Mulai dari pertengahan tahun 2010 kehidupan dan pengembaraan hidup saya dimulai di gerbong kereta. Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya bukan jarak yang terlalu jauh lagi bagi saya karena hampir setiap akhir pekannya saya lalui.

Hampir semua stasiun di lintas Utara dan Selatan saya hafal ciri-cirinya tanpa harus keluar melihat papan namanya. Suka duka menjadi “PJKA” telah saya alami, di tahun 2010 sampai dengan 2011 akhir kalau saya tidak salah dunia kereta api masih salah urus kalau boleh saya bilang. Percaloan tiket ada dimana mana, penumpang tanpa tiket pun bisa masuk kedalam kereta api, kursi kereta tanpa tempat duduk pun dijual, sistem penjualan tiket yang tidak transparan apalagi saat libur panjang sekolah atau hari raya.

Penjualan tiket layaknya orang miskin mencari bantuan, antri panjang dan berdesak desakan, panas serta tidak nyaman. Kehabisan tiket saat beberapa menit loket dibuka itu hal yang wajar saat itu. Sebenarnya penjualan tiket saat itu bisa dilakukan pemesanan 30 hari ke depan, namun untuk kelas ekonomi saya sangat jarang bisa melakukan pemesanan untuk periode waktu seminggu, dua minggu atau sebulan kedepan.

Hingga akhirnya setiap Jumat pagi saya selalu pergi ke stasiun Senen untuk mengantri penjualan tiket keberangkatan Jumat sore dari Jakarta ke Surabaya, begitu juga sebaliknya di hari Minggu pagi saya antri tiket di Stasiun Surabaya Pasar Turi untuk membeli tiket jurusan sebaliknya. Perjuangan yang melelahkan saya alami hampir 2 tahun untuk sekedar mengantri tiket.

Lepas dari susahnya mendapat tiket kereta, beranjak ke dalam gerbong kereta. Di kurun waktu tersebut, pedagang asongan bebas masuk dan menjajakan barang dagangannya di dalam kereta. Saya hampir hafal semua pedagang asongan yang secara rapi bergantian jadwal dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Belum lagi dijualnya tiket kereta tanpa tempat duduk menjadikan gerbong penuh sesak, panas dan sangat tidak nyaman untuk kelas ekonomi.

Pedagang asongan kadang lebih galak daripada penumpang itu sendiri, senggol menyenggol antara pedagang dan penumpang hal yang wajar. Percekcokan kadang timbul antara keduanya, bahkan tak jarang antar penumpang sendiri.

Merokok dalam gerbong adalah hal yang biasa, suasana dalam gerbong sangat tidak layak sebenarnya untuk penumpang. Belum lagi para pencopet dan penjahat lainnya yang bebas berkeliaran didalamnya. Kondektur kondektur menjadi “GENDUT” karena mudahnya mencari uang saat itu karena banyak penumpang “GELAP” tanpa tiket berkeliaran di kereta.

OOO sungguh memprihatinkan sekali wajah kereta api Indonesia saat itu. Belum lagi……….. Bersambung

Agaknya beberapa tahun terakhir ini PT KAI tidak mau berhenti berinovasi dalam semua lini dan aspek pelayanannya. Berbagai kemudahan diberikan kepada calon pelanggan atau penumpang kereta api, tiket sekarang dapat dengan mudah didapat dimana mana dan kapan saja tanpa harus datang ke stasiun. Cukup lewat gadget yang kita miliki semua dapat dilakukan, pemesanan tiket dan pembayarannya semua dapat dilakukan secara mobile.

Inovasi terakhirnya yakni adanya sistem check in dan boarding pass bagi calon penumpang kereta seperti halnya pada penerbangan. Dimana calon penumpang selain mendapatkan tiket resmi kereta bisa juga hanya berbekal kode booking kemudian melakukan proses check in dan mencetak sendiri tiket boarding pass.

Tiket boarding pass inilah nantinya yang akan diperiksa oleh petugas di pintu keberangkatan stasiun dan bukan tiket kereta seperti biasanya. Syarat melakukan check ini adalah :
Boarding pass tiket kereta api

1. Penumpang telah mendapatkan kode booking pemesanan tiket kereta api
2. Check in bisa dilakukan minimal 10 jam sampai 30 menit sebelum kereta berangkat
3. Check in hanya bisa dilakukan di stasiun tempat awal keberangkatan kereta api, misalnya anda hendak pergi ke Jakarta lewat stasiun Gubeng anda tidak bisa melakukan check in di stasiun Pasar Turi (tiket anda bisa bisa dianggap hangus)
4. Tiket boarding pass bisa dibilang adalah hasil print out setelah kita melakukan proses check in di mesin CIM (Check In Mandiri), sebenarnya mesin ini adalah sama dengan mesin CTM (Cetak Tiket Mandiri) yang telah ada di stasiun stasiun besar.
5. Pada saat boarding atau masuk ke pintu keberangkatan stasiun tunjukkan tiket cetakan atau boarding pass anda kepada petugas dengan menyertakan Kartu Identitas sesuai dengan apa yang anda gunakan untuk melakukan pemesanan tiket.

Sistem ini diberlakukan hampir di semua stasiun kelas besar saat ini dengan pertimbangan bisa mengurangi angka percaloan atau beredarnya tiket tiket kereta palsu. Jadi, siapkan semua yang diperlakukan untuk mempermudah perjalanan anda dengan kereta api. Datang lebih awal lebih baik agar bisa melakukan proses yang telah seperti ketentuan diatas.
Bukti pembatalan tiket kereta api


Saya yang selama lima tahun lebih menjadi anggota PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) sering membuang percuma tiket kereta api saya karena batal berangkat dikarenakan ada pekerjaan kantor yang tidak bisa ditinggalkan saat hari Jumat. Entah berapa puluh tiket yang hangus sia sia tidak sempat saya batalkan ataupun saya ganti jadwal keberangkatannya.

Namun jika sempat dan ada waktu luang pasti saya lakukan proses pembatalan atau perubahan jadwal karena saya tidak ingin rugi tentunya. Proses tersebut sangat mudah asal terlebih dahulu kita tahu syarat dan ketentuannya, agar tidak tertolak saat di loket pelayanan.

Untuk Jakarta sendiri hanya ada 3 stasiun yang melayani proses ini yakni Stasiun Gambir, Pasar Senen dan Jakarta Kota.

Berikut adalah cara membatalkan serta merubah jadwal tiket kereta api yang dikutip dari website PT KAI.
Formulir pembatalan dan perubahan jadwal kereta api

Cara pembatalan tiket kereta api
1.
Permohonan pembatalan tiket dilakukan di loket stasiun yang ditunjuk selambat lambatnya 30 menit sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api sebagaimana tercantum dalam tiket.
2.
Pemohon pembatalan tiket harus pemilik tiket yang bersangkutan dengan menunjukan bukti identitas asli sesuai data tercantum pada tiket serta menyerahkan fotokopinya
3.
Dalam hal pemohon pembatalan tiket bukan pemilik tiket yang bersangkutan maka wajib melampirkan surat kuasa bermaterai dari pemilik tiket kepada yang dikuasakan untuk melakukan pembatalan tiket dengan tetap menunjukan bukti identitas asli pemilik tiket dan menyerahkan fotokopi bukti identitas asli pemilik tiket
4.
Dikenakan bea pembatalan sebesar 25% dari harga tiket diluar bea pesan.
5.
Jika tiket yang dibatalkan lebih dari satu penumpang namun dengan kode booking yang sama maka fotokopi bukti identitas dan atau surat kuasa pembatalan yang dilampirkan cukup salah satu dari penumpang dimaksud
6.
Pemohon mengisi formulir pembatalan, terdiri dari rangkap 2 berisi data yang harus diisi, berupa data tiket dan data penumpang serta keterangan pengambilan bea pembatalan. Formulir pembatalan tembusan yang telah divalidasi petugas diberikan kepada pemohon, sebagai bukti yang dipergunakan pada saat pengambilan bea pembatalan jika pilihan pengembalian bea secara tunai.
7.
Pengembalian bea tiket yang dibatalkan dilakukan setelah hari ke-30 melalui transfer atau diambil tunai di stasiun yang ditunjuk. Daftar stasiun yang melayani pengambilan bea tiket yang dibatalkan dapat dilihat disini.
8.
Pada saat mengambil bea tiket yang dibatalkan, penumpang menyerahkan formulir pembatalan yang telah divalidasi dan menunjukan bukti identitas asli yang sesuai. Jika dalam satu formulir pembatalan terdiri dari lebih dari satu tiket maka pengambilan bea dapat diwakilkan pada salah satu penumpang yang tertera pada formulir tersebut.
9.
Jika formulir pembatalan hilang maka wajib melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian pada saat pengambilan bea tiket yang dibatalkan.


Cara perubahan jadwal tiket kereta api
1.
Perubahan jadwal dapat dilakukan untuk merubah jadwal keberangkatan dengan kereta api yang sama pada waktu yang berbeda atau merubah jadwal dengan kereta api yang berbeda.
2.
Perubahan jadwal dilayani di loket stasiun.
3.
Perubahan jadwal dapat dilakukan apabila tempat duduk kereta api baru/pengganti masih tersedia.
4.
Dilakukan selambat-lambatnya 60 menit sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api sebagaimana tercantum pada tiket yang telah dibeli.
5.
Dikenakan bea administrasi sebesar 25% dari harga tiket lama diluar bea pesan
6.
Jika Kereta Api jadwal baru tarifnya lebih tinggi maka Penumpang membayar selisih tarif.
7.
Jika Kereta Api jadwal baru tarifnya lebih rendah maka tidak ada pengembalian bea atas selisih tarif.


Lain-lain
Perhitungan biaya pembatalan, perubahan jadwal dan reduksi tarif dilakukan pembulatan keatas pada kelipatan Rp 1.000,



Teringat kembali 3 tahun yang lalu karena tidak kebagian tiket kereta dari Tegal ke Jakarta dengan jadwal keberangkatan yang agak sore, akhirnya saya hanya bisa dapatkan kereta dengan keberangkatan jam 11 malam saat itu.

Menunggu sejak pukul 3 sore hari ke jam 11 malam bukanlah waktu yang singkat, apalagi tidak ada persiapan sebelumnya. Untung saja stasiun ini terletak sangat dekat dengan lokasi keramaian kota Tegal. Kota yang menurut saya sangat kecil, seingat saya waktu itu hanya ada satu saja Mall yang dibangun di tengah kota.

Dekat dengan stasiun terdapat alun alun utama kota Tegal dimana banyak terdapat pedagang kaki lima yang berjualan, mulai dari makanan, hingga kebutuhan lainnya. Kebanyakan mereka berjualan makanan seperti mie ayam, bakso, teh poci, nasi dan mie goreng. Jadi anda tidak perlu kelaparan dan bisa mencuci mata di sekitar wilayah stasiun jika jadwal keberangkatan kereta anda masih cukup lama.

Semua kereta kelas ekonomi yang melalui jalur utara pasti berhenti di stasiun ini, jika anda naik kereta Kertajaya dari Jakarta yang berangkat jam 2 siang, maka menjelang jam 6 sore kereta sudah akan tiba di stasiun ini.

Stasiun ini memiliki ruang tunggu dalam yang tidak terlalu panjang begitu juga ruang tunggu luarnya. Padahal secara kelas termasuk stasiun besar, stasiun ini terletak di sebelah paling barat dan selatan dari DAOP IV Semarang. Satu satunya kereta api yang tidak berhenti dan berjalan langsung di stasiun ini adalah KA Argo Bromo Anggrek.  


Selama lima tahun lebih paling tidak saya hafal benar seluk beluk stasiun yang satu ini. Stasiun yang dikenal dengan nama stasiun Senen atau Pasar Senen ini terletak di lokasi yang strategis dekat dengan pasar Senen, terminal Senen, halte Transjakarta Senen dan persis di belakang Gelanggang Remaja Senen.

Karena itu anda tidak perlu khawatir masalah angkutan lanjutan ke daerah lain di Jakarta setelah tiba di stasiun ini karena dekat dengan fasilitas transportasi lainnya. Stasiun ini juga melayani keberangkatan KRL atau commuter line Jabodetabek untuk jurusan jurusan tertentu.

Stasiun ini menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan kereta kereta api kelas ekonomi  jarak jauh dari arah Jawa dan sebaliknya dan juga kereta dengan kelas campuran seperti KA Gumarang. Dimana sekitar tiga tahun yang lalu untuk kereta kelas ekonomi masih ada yang diberangkatkan dari stasiun Jakarta Kota dan Tanjung Priok, kini semuanya terpusat di stasiun ini.

Dengan denah luar stasiun yakni, area parkir untuk mobil yang belum tertutup kanopi setelah itu area ticketing (penjualan, pemesanan dan layanan lainnya) di sisi sebelah kiri stasiun, dan untuk commuter line atau KRL di tengah tengah stasiun, lokasi ruang tunggu luar dan musholla ada di sisi sebelah kanan.

Yang sangat saya sayangkan adalah semenjak TOILET yang letaknya dekat dengan toko swalayan ini di “GRATISKAN” kondisinya memprihatinkan dimana janitor atau urinoir yang jumlahnya hanya 3 biji dengan satu kamar toilet ini seringkali berbau pesing dan air untuk menyiramnya kadang tidak keluar dengan baik. Mudah mudahan ini bukan satu kesengajaan dari pihak pengelola stasiun.

Sedangkan toilet yang berada di dalam lokasi stasiun yang terletak di pojok kiri dekat dengan musholla stasiun  dan di posisi tengah apron lebih terawat kondisinya. Sedangkan area merokok terletak di pojok sebelah kanan dekat dengan ruang petugas keamanan kereta.

Stasiun Pasar Senen semenjak tanggal 26 Juli 2016 telah memberlakukan sistem check in dan boarding kepada calon penumpang, dimana penumpang diwajibkan melakukan proses check in dengan memasukkan kode booking tiket dan kemudian mencetak tiket boarding untuk dapat masuk ke dalam area dalam stasiun. Proses check in tiket kereta ini hanya bisa dilakukan 12 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta dan hanya bisa dilakukan di stasiun yang menjadi tempat keberangkatan kereta.

Proses check in tersebut didukung kurang lebih 16 mesin CIM (check in mandiri) yang akan mencetak tiket boarding kereta. Proses kerja mesin CIM ini hampir sama dengan mesin CTM (cetak tiket mandiri, karena ke depan mesin CTM ini secara otomatis akan digantikan oleh CIM. Pemberlakuan sistem check in dan boarding ini diharapkan mampu menekan sistem percaloan dan banyak beredarnya tiket kereta palsu.