 |
| Driver Gojek mangkal dekat Royal Plaza Surabaya |
Jodoh, nasib, dan mati adalah di tangan Tuhan. Namun untuk terus bisa hidup dan menghidupi keluarga tentu saja sebagai seorang ayah harus bertanggung jawab dengan bekerja keras mencari nafkah. Apalagi seperti di Surabaya dan Jakarta dengan tingkat persaingan hidup yang keras serta kejam.
Biaya hidup yang tinggi tentu saja tidak terhindarkan jika hidup di kota besar, bahan bahan kebutuhan pokok yang cukup tinggi dan lama tidak turun turun belum lagi kebutuhan sekunder lainnya. Biaya pendidikan yang mahal bagi anak anak belum lagi kebutuhan untuk gaya hidup. Ah tentu makin pusing saja bagi para warga kota penghuni kota besar.
Setelah sempat lama tidak bertemu dengan mantan teman rekan sekerja dulu, saya sempat miris melihat nasibnya sekarang. Akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa tahun yang lalu, keadaannya tidak seperti dahulu karena ada bagian tubuhnya yang tidak sempurna lagi dan tidak berfungsi dengan baik. Karena permasalahan tersebut tentulah susah bagi dirinya untuk mendapatkan pekerjaan seperti dulu.
Dan akhirnya pilihan untuk menghidupi keluarganya jatuh kepada menjadi seorang driver GOJEK atau ojek motor berbasis aplikasi online. Di awal awal kemunculan GOJEK di Surabaya, dia mengakui pendapatan per harinya lumayan karena bisa mencapai lebih dari 200 ribu rupiah per hari belum termasuk BONUS dari Gojek itu sendiri. Karena saat itu persaingan dengan sesama pengemudi GOJEK belum begitu ketat, yang kedua persaingan dengan penyedia ojek online lainnya belum ada karena GRAB dan UBER motor belum masuk ke Surabaya.
Namun apa daya setelah berjalan kurang lebih satu setengah tahun, pengemudi GOJEK mulai "menghijaukan" Surabaya belum lagi dengan munculnya GRAB dan UBER motor maka persaingan untuk mendapatkan pelanggan semakin susah.
Ditambah lagi sistem BONUS dari perusahaan yakni GOJEK dalam hal ini terus berubah dari yang awal mulanya diberikan untuk pengemudi yang mendapat 10 poin akan diberi bonus 100 ribu rupiah kemudian menjadi 14 poin dan terakhir menurut teman saya menjadi 18 poin di akhir tahun 2016 dan menjadi 20 poin di 2017. Ini tentu saja memberatkan para drivernya.
Jika memakai perhitungan kasar saja, anggap setiap order dengan jarak kurang dari 3 kilometer bisa diselesaikan dengan waktu 15 menit dan dia harus kembali ke tempat asal maka untuk mendapat 18 point dia membutuhkan waktu 18x30 menit= 9 jam itu dengan catatan orderan langsung datang tanpa waktu jeda. Untuk jarak kurang lebih 3 km uang cash yang bisa didapat dari pelanggan adalah 5 ribu rupiah maka dia akan mendapat uang 5 ribux 18= 90 ribu rupiah dan bonus 100 ribu rupiah (dengan catatan seperti kondisi sebelumnya).
Namun untuk mendapatkan 18 poin sepertinya sangat sulit karena jika 1 poin adalah sama dengan satu penumpang dan 2 poin adalah orderan lainnya seperti GO BOX dan GO FOOD maka kesempatan untuk mendapatkan bonus harian sepertinya sangat sulit.
Hmmm, layak dan sepatutnya kita selalu bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang karena di luar sana banyak teman dan saudara kita berjuang dengan sangat susah dan keras untuk sekedar bertahan hidup.