SEJENAK MENGENANG PERJALANAN SOLO-SURABAYA DENGAN BUS SUGENG RAHAYU PATAS

Artikel saya mengenai perjalanan dengan menggunakan bus Sugeng Rahayu PATAS dulu sempat merajai di blog saya yang sekarang dibanned oleh GOOGLE. Namun tak ada salahnya mengingat kembali sisa sisa memori yang masih ada di kepala tentang perjalanan saya menggunakan bus warna orange tersebut dari Terminal Tirtonadi Solo ke Surabaya.

Naik bus ini sebenarnya hanya satu kebetulan saja, karena kebetulan saya penggemar bus EKA. Entah mengapa, saat itu terminal bus Tirtonadi sedang diperbaiki dan kebetulan bus PATAS yang mengarah ke Surabaya hanya ada bus dari PO Sumber Group ini. Warnanya yang sangat mencolok menarik hati saya, saya sempat menunggu sebentar kalau kalau bus favorit saya melintas, ternyata waktu antrian diperlakukan di jalur Patas ini. Berarti kalo saya tetap memaksakan naik EKA maka waktu saya banyak yang terbuang.

Ah, tidak ada salahnya untuk mencoba sesuatu yang baru. Kebetulan saya tengok ke dalam, penumpang bus tidak terlalu banyak. Kondektur pun berteriak teriak dan berkata "ayo ayo bus e arep budhal". Segera saya naik dari pintu belakang, dan kutengok ternyata dekat pintu belakang terdapat toilet kecil. Hmm, lumayan juga fasilitas bus ini dibanding kompetitornya.


Rupanya PO Sumber Group ingin mencicipi dan bersaing dengan kompetitornya untuk bus kelas PATAS pada jalur Surabaya-Solo-Jogja-Purwokerto, dan Surabaya-Semarang. Mereka menginvestasikan dana yang tidak sedikit dan membuat satu armada baru yang berkesan "tidak nanggung" untuk bersaing habis-habisan dengan pesaingnya.

Beralih di interior bus, warna cover pada head rest sepadan dengan body bus yakni warna orange, tempat bagasi pun tertutup dan istimewanya terdapat colokan listrik di dalamnya untuk cas HP kita. WIFI saya coba, memang tersambung sayang tidak ada koneksi, kursi dengan format 2 kanan dan 2 kiri sudah recycliner tentunya. Toilet yang berposisi sejajar dengan bangku kedua dari belakang, hanya diperuntukkan untuk buang air kecil saja dilengkapi dengan wastafel kecil.

Kondektur mulai menarik ongkos tiket penumpang ketika bus mulai beranjak dari lokasi sekitar UNS Solo, tarif bus Sugeng Rahayu Patas dari Solo ke Surabaya saat itu adalah 85 ribu rupiah sudah termasuk tiket makan di RM Utama Caruban. Ini berarti tidak melewati Karang Jati melainkan agak berputar melalui Caruban dan Madiun. Sesaat kemudian kondektur membagikan minuman air mineral dalam botol berwarna orange. Hehehehe strategi pemasaran yang cukup yahud dan cerdas. Di saat kompetitornya saat itu saya masih ingat betul masih membagikan secara cuma cuma air mineral dalam gelas saja :-(

Gocekan sopir dalam saat menjoki jet darat ini cukup handal. Tak terasa kurang dari 2.5 jam bus sudah memasuki terminal Ngawi lama dan tidak seperti bus Eka yang setelah perempatan terminal lama akan lurus ke arah Karang Jati, bus ini berbelok ke kiri ke arah Plaosan dan menuju arah Madiun.

Tak lama kemudian bus berhenti di RM Utama Caruban Madiun, penumpang semua turun termasuk saya, yang bergegas mencari toilet dan musholla untuk sholat maghrib. Posisi toilet dan musholla di sebelah kanan dari arah kedatangan bus. Bergegas setelah sholat, saya ke ruang makan, rupanya sistem prasmanan dipakai untuk pelayanannya. 

Menu menu yang sederhana sekali menurut saya, tidak masalah sebenarnya namun sekedar kritikan saja, pengelola harusnya memperhatikan masalah rasa dan penyajiannya. Rasanya standar sekali menurut saya. Dan beberapa kali saya naik bus ini, menu prasmanannya tidak berubah baik rasa maupun menunya heheeh. Jika dibanding kompetitornya, walaupun menu yang disajikannya sama namun rasa makanannya masih bisa dibilang lumayan.

Empat jam berselang bus sudah memasuki daerah Balongbendo Krian ini berarti sebentar lagi saya akan mengakhiri perjalanan di perumahan dekat perempatan Bypass Krian. Overall saat itu saya merasa beruntung bisa menjajal armada baru Sumber Group ini.

5 comments:

  1. Berapa jam ya Surabaya ke Tirtonadi, Solo

    ReplyDelete
  2. Berapa jam dari tirtonadi ke madiun..

    ReplyDelete
  3. Untuk perjalanan travel solo surabaya via tol mungkin 3-4 jam, kalau transportasi tanpa tol kurang lebih 5-6 jam, menurut pengalaman yang ada.

    ReplyDelete